Bagian Pertama
Pada bagian pertama menceritakan lima puluh tahun kehidupan Ignasius Loyola untuk mempersiapkan dirinya. Bagian ini juga akan menceritakn tentang dua bagian kehidupan Ignasius yaitu, pertama ia mengabdi dunia sampai pertobatan pada umur 30 tahun. Dan yang terakhir adalahia mengabdi kepada Tuhan terutama dengan studi sampai usia lima puluh tahun.
Kisah Sang Pejuang
Sekiatr lima puluh kilometer dari Kota Sabastian terdapat suatu bangsa yang unik, bangsa itu adalah bangsa Bask. Bangsa Bask merupakan bangsa yang terhormat dan kuat, ia juga gemar berpetualang, menyanyi, menari dan olah raga yang sulit. Bangsa bask adalah bangsa yang pemberani, mereka dengan tanggung jawab yang sama terhadap orang lain. Di balik itu semua mereka menjadi petani sekaligus menjadi prajurit dan pelaut secara turun temurun .
Di lembah Iraurgi, di tepi sungai terdapat Puri yang terkenal. Puri itu adalah Puri Loyola. Puri ini juga di kenal dengan sebutan ”Rumah Suci “. Walaupun Puri itu disebut “Rumah Suci “,namun orang yang tinggal di puri itu keluarga yang “tidak suci”. Dari sekian bangsa di Kota San Sebastian, keluarga Loyolalah yang paling di benci ketimbang di cintai. Mereka lebuh senang berperang dari pada bersahabat.
Dari hampir kebanyakan rumah di situ, rumah Keluarga Loyola yang memiliki Benteng Militer yang terbuat dari marmer yang kokoh. Disitu juga terdapat dua patung rubah di depan pintu puri. Selain patung di puri itu terdapat meriam, yang di taruh di keempat sudut.
Di puri ini pada tahun 1491 lahir seorang anak, anak itu di beri nama Inigo yang kita kenal sekarng ini St. Ignatius dari Loyola. Inigo memiliki tujuh kakak laki laki, lima perempuan .Ibu mereka bernama Dona Maria , karna kondisi Dona Maria tak begitu sehat, maka Inigo di asuh oleh perawat tetangganya. Karna kondisi Dona Maria ibu dari Inigo yang tak sehat, maka saat Inigo berumur lima atau enam tahun Dona Maria meninggal. Oleh sebab itu kekuasaan di ambil alih oleh kakaknya yaitu Martin.
Sebagai anak yang menghabiskan hari harinya di puri sambil mendengarkan cerita leluhurnya. Inigo paling suka mendengarkan cerita tentang tujuh saudara Loyola. Dulu lima ratus tahun yang lalu, disautu pertempuran. Pangeran Loyola dan keenam saudaranya berhasil mengalahkan musuh-musuh raja yang jumlahnya lebih banyak dari mereka. Karna mereka telah menang pertempuran mereka di beri hadiah yaitu mereka diperolehkan menambahkan tujuh baris lambang kepangkatan mereka pada jaket militer mereka.
Dan ada satu cerita yang sangat menarik. Dulu kakak laki lakinya pulang kembali dari aksi militer mereka. Dari semua cerita itu, Inigo mempunyai semangat untuk menjadi prajurit .
Juan Velazquez de Cuellar , menteri perpajakan Kerajaan Spanyol adalah kawan baik don Beltran. Ia juga menjadi kepala rumah tangga Raja. Mereka meminta agar mengirim Ignasius, mereka juga akan mendidik Ignasius dan membesarkan ia seperti anak sendiri.
Maka Ignasius pergi ke rumah Velazquez di kota Areval. Ia tumbuh dewasa, Fisik maupun mental. Ia tinggal bersama keluarga bangsawan ini selama sepuluh tahun. Di san ia juga belajar tata krama dan sopan santun istana. Ia juga diangkat menjadi sekretari menteri Perpajakan .
Setiap kali Raja dan Menterinya pergi maka sekretaris ikut bersamanya . Dari situ Inigo mengenal orang yang berpengaruh besar. Ia juga belajar pelanyanan pemerintahan baik yang ke dalam maupun yang keluar. Di samping itu ia juga belajar tentang hukum dan peraturan hukum serta orang orang yang bertanggung jawab.
Bila seorang hidup di istana haruslah memiliki iman kristen yang kuat. Serta setip laki laki harus bisa mamainkan pedang dan bermain anak musik. Ignasius mempelajari semua itu . Namun, beberapa hari kemudian Inigo mulai melakukan hal yang tak terpuji, seperti kebanyakan bangsawan yang lain. Kesombonga , kebanggaan dan hasrat untuk meraih semua yang ia inginkan. Ia sangat bangga menjadi seorang tentara , ia selalu memamerkan pedangnya dan pangkat. Hampir setia hari ia bemain wanita . Padahal ia telah di ingatkan oleh Maria Velasco, Namun ia tak memperdulikannya.
Lama kelamaan Ignasius menjadi kawatir sebab orang orang mejauhinya. Karna hal itu ia terkena penyakit hidung yang tak ada obatnya maka ia menyemprotkan air kehidungnya.
Sekitar tahun 1517 Ignasius bertempur untuk yang pertama kalinya , dan perang itu berakhir dengan berantakkan. Pada saat itu sekitar tahun 1516, sebelum raja Ferdinand menulis surat wasiat yang isisnya memberutahukan bahwa Pengganti ia adalah cucunya yaitu Karlos I dari Spanyol atas nasihat para mentrinya. Namun ada satu orang yang tak setuju dengan keputusan itu yaitu Velazquez, ia juga melaporkan itu ke kepada mentri namun keputusan itu ditolak. Karna ia kesal, ia menggunakan kekerasan untuk menentang keputusan itu. Maka selama beberapa hari terjadi peperangan kecil. Puri Velzquez di kepung pasukan.
Beberapa hari ia dan Ignasius bertahan dalam puri, akhirnya mereka kalah. Velazquez juga harus membayar para mereka yang patah semangat karna perang itu. Lalu velazquez pergi ke Madrid dengan keluarganya, kecuali anak sulungnya yang tewas saat perang itu.
Pada saat itu kesempatan Ignasius mempertahankan kedududkan telah hancur. Sama seperti MariaVelasco yang menjadi janda. Suatu hari Maria Velasco memberikan 500 dukat dan dua ekor kuda. Maria juga menyuruh ia pergi untuk menemui saudara dan sahabatnya yaitu, Raja Navarra Antonio Manrique de Lava.
Selama Ignasius berkuda ke Pamplona, ia terus memikirkan semua peristiwa yang telah terjadi. Siapa yang benar? Ternya Velazquezlah yang benar dan mentri yang salah maka ia melaporkan ke Raja Karlos. Raja Karlos mengumumkan bahwa mentri-mentri yang salah dan Velazquez yang benar. Namun semua itu telah terlambat. Pada umur 2 tahun Ignasius bekerja kepada Navarra. Ia ingin sekali menjadi sorang prajuri yang hebat dan terkenal. Saat itu adalah zaman kemenangan-kemenangan militer. Di balik kemenangan itu pasti ada jendral yang ternama. Pada saat itu Jendral Gonzalo Fernandez de Cordoba, yang memenangkian banyak peparang, namun ia ia meninggal bebearapa bulan yang lalu.
Raja Navarra adalah salah seorang keluarga bangsawan tinggi Spanyol. Sama seperti yang yang ia pergi ke kota Valladolid untuk memberikan penghormatan kepada Raja jerman yang baru . Di kota itu Raja Navarra dan Ignasius menikmati kekayaan duniawi
Di tempat itu mereka bertemu pula Pangeran Loyola Martinus yang akan memberikan penghormatan kepada Raja Karlos. Pada minggu ini, sudah ada yang melakukan percobaan untuk membunuh Ignasius namun gagal. Mungkin yang membunuh Ignasius adalah seorang wanita yang cemburu dengannya. Maka pada suatu hari Ignasius mendapat kabar bahwa ada seseorang yang ingin membunuhnya. Dari keterangan itu Ignasius diperbolehkan untuk memegang senjata dan mempunyai pengawal. Dalam hidupnya Ignasius telahmengalami tiga kali percobaan pembunuhan terhadapnya.
Pada pertempuran kedua Ignasius sebagai seorang prajurit berlangsung seperti ini. Di suatu hari di kota Najera, rakyat memberontak dan melawan pemerintah. Bupati kota itu menanggapi tinadakan itu, maka ia mengirim tentara ke tembok kota. Selama waktu yang singkat, pemerintah memenangkan pertempuran itu. Setelah menang para tentara merampas harta lawan yang kalah. Namun Igansius dan tuannya tak mau ikutan dalah hal itu, sebab ia bangsawan yang mulia dan jujur.
Pada waktu terjadi ketidakpuasan di daerah Bask. Oleh sebab itu Raja Navarra memilih anggota tentara untuk pergi kesana. Salah satu dari mereka adalah Ignasius. Ignasius memang dapat diandalkan, yang menasihati orang orang. Maka terhindarilah pertumpahan darah dan perdamaian dapat di pulihkan
Tugas Ignasius belum selesai. Ia mendapat tugas baru untuk membantu tentara di wilayah Navarra yang sedang di kepung Pasukan Prancis. Dengan tergopoh-gopoh raja Manrique datang ke istana Spanyol untuk meminta bantuan yang lebih banyak. Maka dipilihlah Ignasius dan banyak tentaea yang lain, mereka juga telah berjanji untuk setia kepada gubenur kota itu. Namun saat pertempuran sedang berlangsung, gubenur meninggalkan mereka dalam kondisi darurat. Saat itu mereka mengalami kekacauan, Ignasius menyuruh kapten untuk terus menyerang hingga titik darah terakhir.
Komando tentara Prancis adalah Andre de Foix. Ia tahu benar sifat Ignasius. Perjanjian perdamian yang ditawarkan di tolaknya. Sebelum perang Ignaius telah mngeku osa kepada seorang prajuritnya dan sebaliknya. Enam jam pertempuran berlangsung, ini akan menjadi lama bila Ignasius tak tertembak meriam pada kakinya. Karna kebaikan Foixlah Ignasius dapat selamat. Sebagai tanda terima lasih Ignasius memberikan pedang dan hartanya kepadanya.
Beberapa hari perjalanan dengan membopong Ignasius, akhirnya para dokter barhasil sampai di Loyola dengan selamat. Karna Martinus kaka Ignasius pergi berperang maka yang merawat Ignasius adalah Magdalena dan anak-anaknya.
Satu bulan Ignasius berbaring dengan luka itu, namun luka pada kakinya belum sembuh juga. Dokter terbaik telah dipanggil untuk menyembuhkan Ignasius, namun hasilnya nihil. Para dokter itu berpikir bahwa ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, mereka menaruh tulangnya pada posisi yang salah. Kedua, karna perjalanan yang jauh yang membuat kakinya semakin parah. Akibat itu semua, Ignasius sakit keras. Saat perayaan St Yohanes, ia menerima sakramen perminyakan.
Perang melawan Prancis telah selesai maka Martinus pulang dengan muka yang berseri-seri. Masalah kakinya hilang datang masalah baru yaitu, kaki Ignaius menjadi pendek sebelah dan terdapt tulang menonjol. Dengan hati yang sabar Ignasius meminta dokter untuk memotang tonjolan itu.
Berbulan-bulan setelah operasi itu, ia sadar dan ingn mengulangi hidupnya lagi. Jika St Fransisku dan St Dominikus telah berbuat banyak hal untuk Tuhan, mengapa ia tidak. Ia juga berpikir bagaimana jika ia masuk biara dan berziarah ke tanah suci. Ada banyak sekali pengalaman Ignasius selama sakitnya, salah satunya adalah penampakan Maria dan Kanak-kanak Yesus. Beginilah ceritanya.
Pada suatu hari ketika Ignasius sedang duduk ditempat tidurnya, tiba-tiba ia mendapat pengliatan itu. Penampakan itu berlangsung lama dan membuat hatinya bergembira. Saat itu ia merasa terdorong akan ucapan Maria. Ucapan Maria itu ia tulis dibuku refleksinya sebanyak 300 lembar. Dengan tinta merah ia juga menukis kata-kata yang diucapkan Yesus.
Sembilahn bulan berlalu dengan kejadian kejaina itu, akhirnya kakinya sembuh. Dengan keadaannya, Ignasius tetap ingin berubah. Baru beberapa hari ia sembuh, ia pergi ke tempat peziarah yang tak jauh dari rumahnya.
Pada akhir bulan februari 1522 Ignasius meminta izin untuk meninggalkan rumahnya, karna akan pergi menghadap Raja Navarra. Selam perjalanan Ignasius tak lupa berdoa. Sesampainya di Gereja Aranzazu, ia berdoa di depan patung Maria. Disinilah Ignasius mengucapkan kaul kesucian dan meminta pertolongan agar dapat melaksanakan semua ini.
Pada waktu itu sedang geger ara-arakan Paus. Karna Ignasius takut ada orang yang mengenal ia, maka Ignasius berjalan sehari lebih dahulu. Dengan begini ia dapat sampai ke Catalonia tempat peziarahan yang terkenal di spanyol. Harta yang paling berharga adalah satu potong gambar Maria yang berdukacita.
Di suatu kota sebelum kota Montserrat, Ignasius membeli baju peziarah yang terbuat dari goni dan untuk kakinya yang luka, ia membeli sepatu tali romi. Beberapa hari berjalan, akhirnya ia sampai pada tanggal 21 maret. Sesampai di Gereja, tanpa pikir panjang ia meninggalkan keledai dan langsung berdoa di Gua Maria . Selama beberapa hari ia tinggal dan berdoa di Gua Maria.
Tiga hari berada di Gereja, Ignasius segera melanjutkan perjalanannya. Di perjalanan tak disengaja ia bertemu denga rombongan wanita-wanita yang pulang dari berziarah. Anak dari wanita itu Juan Pascual. Juan adalha orang yang memberi kesaksian tentang Ignasius dari Loyola itu.
Di Manresa Ignasius tinggal dirumah Juan untuk beberapa hari. Selama disana ia tetap meneruskan perjuangannya. Namun kejadian buruk menimpanya. Saat sedang berjalan tiba-tiba Ignasius pingsan. Entah kenapa Ignasius pingsan.Hanya dengan detak jantung saja yang menunjukkan bahwa ia masih hidup. Selama delapan hari ia tak sadar. Banyak orang yang mengira bahwa Ignasius telah meninggal, maka mereka telah menyiapkan makam untuknya. Hari sabtu berikutnya, saat yang sama untuk berdoa Ignasius terbangun dan berkata ”Nama Kudus Yesus”
Setahun Ignasius tinggal di kota Manresa. Akhirnya dengan hati yang sedih ia pamit kepada semua orang dikota itu. Juan dan ibunya berlari untuk mengucapkan selamt tinggal kepada orang suci itu. Walaupun semua orang dikota tak mengenal Ignasius, mereka tahubahwa Ignasius adalah orang yang baik.
Pada tanggal 16 maret 1523 Ignasius meninggalkan Barcelona. Selang beberapa hari perjalana ia samapi di kota yang dituju. Namun sesampai di gerbang kota pintu gerbang tak bisa di buka, sebab mereka takut tertular oleh penyakit. Malam itu Ignasius tidur didepan gerbang. Paginya seseorang wanita membangunkannya dan menyuruh Ignasius masuk. Setelah kesehatannya pulih kembali, ia segera melanjutkan pejalanananya untuk ke tanah suci.
15 agustus 1523, Igansius dan para peziarah yang lain dibawa denga kapal menuju Pelabuhan Jaffa. Dari pelabuhan itu mereka tinggal berjalan selama dua hari. Ini suatu hal yang membuat para peziarah tak sabar menuju tnah suci. Namun mereka tak sedang beruntung, karna saat itu sedang terjadi perang urat syaraf. Karna hal itu mereka tinggal dikapal, karna takdapat izin untuk berlabu. Mereka juga harus tinggal di kota Rama selama dua hari untuk membuat passport.
Selama di perjalanan mereka dikawal oleh sejumlah tentara arab yang bersenjata. Sesampainya di rumah, mereka disambut oleh Pater Fransiskan yang membawa salib. Keesokan harinya mereka diajak berjalan jalan ke Kalvari, Betlehem, Taman Zaitun dan sebagainya. Dari tempat-tempat itu mereka berenca pergi ke Yerikho dan Sungai Yordan. Walaupun mereka telah di kawal 200 orang , mereka masih saja di rampok oleh Orang Turki.
Sesamapi di Sungai Yordan, beberapa dari mereka ada yang mandi berenang. Saat mereka asik berenang, tiba-tiba Orang turki mengambil pakaian mereka. Dengan dtergesah-gesah mereka pulang ke rumah. Haus dan lapar teman perjalanan mereka ke rumah Pater Fransiskan.
Beberapa hari kemudian 500 Orang Turki datang dari Damaskus saat mereka berusaha masuk ke dalam penginapan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Namun ketika mereka ingin pulang, sekitar dua ratus orang datang dan megepung rumah itu. Dengan terpaksa Pater Fransiskan tak mengizinkan mereka pulang. Diwaktu ini Ignasius memiliki rencana untuk tinggal disini, namun karna kondisi yang tak memungkinkan maka permintaan itu di tolak oleh Paus dan petinggi Franssiskan. Mendengar kata Paus Ignasius langsung terdiam.
Pada tahun 1524 Ignasius kembali ke Barcelona. Disana ia belajar tata bahasa dan sekolah. Dimana orang belajar, disitu akan menemukan kendala. Banyak sekali kendala yang dihadapi oleh Ignasius. Salah satunya adalah susah untuk berkonsentrasi. Karna selalu memikirkan tentang hal yang berbau rohani. Dengan usaha yang keras dan membutuhkan banyak waktu, akhirnya berhasil menemukan jawabannya. Ia hanya perlu memikirkan ”belajar”.
Begitu kekuatannya pulih, Ignasius kembali mempraktekkan kehidupan rohannya. Setiap hari misa pagi, mengemis walupun ia telah mendapatkan berbagai yang ia butuhkan. Hasil mengemisnya itu digunakan untuk membantu para pengemis yang lain.
Di Barcelona ia tinggal di rumah Juan Pacscual. Disana ia sekamar dengan Juan. Ia selalu menyuruh Juan untuk tidur dulu, sementara itu ia berlutut dan berdoa. Juan akan memberi kesaksian, nbahwa ia pura-[pura tidur tetapi ia sedang memperhatikan Ignasius. Inasius sedang berdoa dan terangkat dari lantai serta berseru:”Tuhan, Engkau sungguh mahabaik, karna engkau begitu sabar membimbing aku orang pendosa”.
Suatu hari Ignaisus mendengar orang –orang menjelekkan sebuah biara suster. Mereka memanfaatkan kebaikan para suster untuk kesenangan. Dengan segera ia pergi ke biara itu dan memberitahukan agar tak membuka pintu bagi orang-orang itu. Orang-orang itu merasa tersinggung denga tingkah laku Ignasius. Tanpa berpikir lagi, mereka mmukul,menendang Ignasius hingga hampi mati. Mendengar hal itu Juan da ibunya pergi untuk menolong Ignasius. Selama lima puluh hari Ignasius hanya berbaring di tempat tidur. Akibat kekerasan itu kaki Ignaius menjadai sakit sekali.
Ketika itu ada cerita tentang orang yang meninggal dengan cara gantung diri. Ketika Ignasius melewati rumah orang yang gantung diri, ia memotong tali itu dan meletakan salib di dadanya sambil berseru nama kudus Yesus. Setelah itu terbukalah matanya. Ignasius menyuruh orang itu untuk mengaku dosa kepada imam termasuk bunuh diri. Para penduduk percaya bahwa itu mujizat, karna mereka telah melihat orang itu mati.
Setelah semua kejadian itu dan tata bahasa sudah lancar, Ignasius memutuskan utuk pergi ke Alcala. Bulan Maret tahun 1526, Ignasiusu sampai di kota Alcala. Disana Igansius tinggal di rumah seorang temannya. Ketiga pemuda yang mengagumi Ignasius juga datang dan tinggal bersama Ignasius. Tiba-tiba datang satu orang pemuda, yang ternya adalah orang yang pernah ia tolong. Kelima orang ini memiliki julukan yaitu ”orang berjas”. Karna mereka mengenakan jas.
Orang yang pertama yang memberi derma kepada Igasius adalah Martin de Olave. Suatu ketika terdapt orang yang berasal dari daerah Igansius. Ia melihat Ignasius bersama dengan mahasiswa yang lain. Orang itu mengikuti Ignasius sampai penginapan. Saat Ignasius pulang kepenginapan Ignasius melihat orang itu. Ignasius bertanya kepada penjaga penginapan, ternyata ia menitipkanpesan untuk Ignaius. Esoknya Igansius mendapt pesan dari pria itu. Bila Ignasius tak punya uang dan kuda mintalah kepada ibu itu. Ignasius sungat bersyukur sekali.
Saat pejalanan Ignaius bertemu denga orang itu, ia sangt berterima kasiha ats semua itu. Orang itu meminta agar sekurang-kurangnya mengirimkan surat kepada Martin. Bahwa kelak ia akan bertemu di surga.
Sepuluh tahun telah berlalu. Sudah banyak perubahan di istana dan Menresa. Salah satunya yang paling heboh adalah Gereja sedang di timpa kekawatiran yang sangat bahaya. Para pemimpin gereja sedang meakukan penelitian tentang sikap Ignaius. Dari semua hasil yang telah di dapat, Ignaius tak memiliki kaitan denga Gereja Protestan.
Entah kenapa Ignasius dimasukkan kedalam penjara , tanpa bukti sedikitpun. Akhirnya Ignasius disidang untuk memberi keputusan. Setelah selesai sidang Ignasius harus meninggalkan kota Alcala. Maka dengan keberanian yang berkobar Ignasius pergi ke Univesita Salamanca.Pertengahan bulan Juli 1527, Ignasius sampai di ota Salamanca. Disana ia berharap agar mendapatkan nilai yang baik.
Perjalanan melalui Pegunungan Alpen
Saat awal bulan agustus 1535, Ignasius meninggalkan kakaknya dan saudara-saudaranya di perbatasan Provinsi Guipuzcua. Ia meniggalkan mereka dan pergi ke kota Pamplona, toleso dan Valencia tanpa membawa uang sepeser pun. Ia juga membawa surat dari Fransiskus Xaverius kepada kakaknya Juan, surat itu berisi:”Kutulis surat ini agar engkau betul-betul mengerti betapa besar kemurahan Tuhan atas diriku sehingga aku berkenalan dengan Tuan Inigo yang mulia. Aku meminta kepadamu untuk menyampaikan salam hormatku kepadanya, karna aku selama hidupku takkan dapat membalas hutang biduku kepadanya. Banyak sekali yang ia lakukan kepadaku membantu, memberiku uang, dan menjadi teman. Ia yang membuat aku meninggalkan teman-temanku yang sesat. Dengan sangat aku menta kepadamu untuk menerima dia seperti layaknya engkau menrima diriku sendiri ,sebab saya sangat berhutang kepada ia. Dari kenyata ini engkau hendaknya yakin dan parcaya suatu yang disampaikan Tuan Inigo. Aku mohon hendaknya engkau mempercayai kata-kata, nasihat hingga percakapannya. Ia akan mendorong engkau untuk maju karena ia betul-betul orang yang dipilih Tuhan dan amat baik. Aku mohon agar engkau menggunakan kesempatan ini dengan baik.”
Ignasius melanjutkan perjalanan ke Kota Bologna, unutk melajutkan studi teologinya. Tetapi akibat ia mengikuti jalan setapak, ia tersesatdi sustu daerah. Ketika Ignasius berjalan diatas jembatan, ia terjatuh kesungai. Itu adalah pengalaman yang sangat berharga. Sesamainya di Kota Bologna, mulailah Ignasius meminta-minta. Tetapi tak seorang pun yang memberinya uang sepeser pun. Beberapa hari meminta, ia mendapat penginapan bersama orang spanyol yang menolongnya. Mereka merayakan hari Natal brsama. Dari sini hingga ke Venesia jarak yang harus ditempuh adalah tiga ratus kilometer.
Iganasius sampai di Venesia tahun 1536. Setahunpenuh Ignaisus menunggu temannya yang akan pergi ke Paris. Selama menunggu ia tinggal di rumah temannya Pater Andrea Lippomani yangakan membantunya jika membutuhkan batuan. Sambil mengunggu Ignasius melanjutkan studi teolognya disini serta membanu orang yang menglami gangguan dengan memberinya pelajaran rohani. Salah satu yang paling penting dari mereka semua adalah Pater dari Spanyol yang bernama Hoces.
Ketiga temannya yang belajar di Paris meneruskan pertemuan mereka dibawah kepemimpinan Petrus Faber. Faber berhasil merenggut hati tiga pemuda dari daerah Pegunungan Alpen. Sebelum meninggalkan Paris, seorang dokter dari universitas yang sangat mengenal Faber. Ia mengecam bahwa Faber telah berdosa, karna meninggalkan para mahasiswa.
Mereka dibagi menjadi dua kelopmpok, kelompok pertama berangkat emapat hari sebelum kelompok kedua berangkat. Mereka memberikan uang, harta kepada orang miskin, kecuali buku dan catatan yang penting. Mereka berangkat dengan mengenakan jubah hitam, ikat pinggang dan daunyang lebar di kepala mereka. Serta menggunkan rosaria di leher. Oleh sebab itu banyak kejadian yang unik terjadi.
Pada hari pertama, ketika mereka meninap di sebuah penginapan. Ada sembilan tentara dan para petani. Mereka heran terhadap mereka orang mufakir. Salah satu dari tentara itu bertanya kepada mereka dari mana dan mau kemana. Mereka menjawab dalam bahasa Prancis. Namun ketika para tentara ingin mebrtanya kepada mereka, tiba-tiba datang seorang nenek tua yang berkata” Biarkan mereka pergi!
Lima uluh kilometer mereka berjalan, dua kelompo ini saling tolong satu dengan yang lain. Selama perjalanan mereka akan melewati daerah protesan. Jika ditanya kemana mereka pergi, mereka menjawab akan mengunjungi suatu tempat peziarahan yang terkenal. Ditengah perjalanan mereka akan menggunkan waktu mereka untuk meditasi, berdoa dan misa. Jika mereka melewati suatu tempat atau daerah, mereka menjawab dengan bahasa daerah itu agar tak dicurigai.
Rintangan yang sembilan sarjana ini lewati telah berlalu, akhirnya mereka sampai di kota Venesia. Kegembiran mereka tak dapat ditahan lagi saaat bertemu dengan Ignasius. Ignasius memperkenalkan mereka kpda Hoces dan faber mengenalkan tiga orang baru: LeLay(35th), Broet(37th), Codure(29th). Hari petama mereka mengenakan kasula Jesuit. Mereka disebar ke rumah sakit yang berada dikota ini, serta mengajarkan katekismus dan melayani orang-orang. Mereka sering dipanggil sarjana-sarjana Paris.
Pada bulan Maret kecuali Ignasius, semua perdi ke Roma untuk minta izin kepad paus untuk berziarah ke Yerusalem dan untuk ditahbiskan menjadi imam. Ignasius sangat kawatir terhadap dua orang, menurutnya dua orang ini akan menghancurkan semuanya yaitu Dr. Ortiz dan profesor dari Paris dan sekarang menjadi duta besar di Roma, serta Kardinal Caraffa.
Keenam sarjana yang pergi ke tnah Suci telah pulang. Mereka di tahbiskan pada tanggal 24 juli. Karna saat itu sedang terjadi perang antara Turki dan Republik Venesia, Iganasius dan keenam temannya itu memutuskan mempesiapkan diri mereka. Ignasius, Lainez dan Faber pergi ke Kota Necenza. Dan yang lain pergi ke kota-kota dan desa-desa tepencil.
Saat Ignasius di Kota Vecenza, ia mndengar bahwa temannya Simon Rodrique. Mendengar itu Ignasius yang di temani Faber segera pergi menjenguk Simon. Selama pejalanan Ignasius yakin bahwa Simon tak akan mati. Sesampai di sana, si sakit itu begitu genbira dan perlahan lahan mulai sembuh. Selama di sana Ignasius berdoa empat puluh hari.
Sekitar tanggal 30 nepember, menjadi pemimpin kelompok yang berpengelaman, Petrus Faber sebagi imam petema dan Lainez yang paling cerdas. Sebelum sampai di Kota Abdi, mereka melewati kapel Bunda Maria. Disana Ignasius mendapat penglihatan, mendengar hal itu Lainez tekejut. Saat Ignasius sedang berdoa, ia melihat Yesus sedang memanggul salib dan berkata kepada Igansius. Hampir satu jam penglihatan itu. Sesudah itu Ignasius mempunyai devosi besar pada Nama Yesus dan lebih baik memanfaatkan nama itu bagi seriaktnya yangakan dimulai.
Akhirnya mereka sampai di Kota Roma. Disana mereka langsung menghadap kepada Bapa Suc. Di sini Lainez diangkat menjadi profesor, Faber diangkat menjadi profesor kitab suci dan Ignasius tetap bebas agar dapat menjalankan kehidupan rohaninya.
Pada saat itu terjad badi yang besar yang melanda kota Roma. Saat itu juga adalah saat puasa, namun disebuah gereja terdapat imam yang berkotbah yang tak sesuai dengan imam Katolik. Beberapa sarjana paris itu mendatangi imam itu dan berbicara secara pribadi. Namun imam itu tetap keras kepala untuk mempertahankan perinsipnya. Apa boleh buat hanya dengan publik dan kotbah unutk melawan orang ini. Karna orang itu tak menerima hal itu, ia memberi kabar buruk kepada orang-orang tentang sarjana paris. Tiga orang yang terpanting di Kota Roma ikut melawan Igansius dan Landivar dulunya pembantu Fransisku Xaverius.
Seminggu kejadian itu, mereka menghadap Bapa Suci dan siap menerima tuga-tugas yang diberikan. Igansius ditugaskan di Kapel St Maria Maggiore yang diperkirakan bahwa disana tempat untuk menyimpan reliqui palungan Yesus. Dua belas tahun berlalu Ignasiu harus menghadapi hidup dan mati karna semangat dan kegembiraannya.
Musim dingin tahun 1538-1539 adalah musim dingin yang paling dingin pada abad itu. Di sana mereka menemukan rumah yang cocok untuk mereka tinggali. Di rumah itu mereka mengumpulkan orang-orang sakit dan pengemis. Hampir empat ratus orang setiap hari mereka menampung di rumah itu. Banyak orang penting yang turun kejalan untuk melihat mereka sarjana membantu orang miskin.
Namun masalah mereka belum selesai, ada satu masalah yang harus Ignasius hadapi. Masalah itu sebagai berikut: Disana terdapt kelompok yang mereka dirikan dan akrab kepada mereka. Ignasius takut bila mereka semua berpisah satu dengna yang lain. Maka Ignasius memutuskan untuk pergi ke Bapa Suci meminta tugas bagi teman-temannya itu.
